Ya
Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu,
kecantikan
ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu,
kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu,
dan perlindungan itu perlindungan Mu.
Ya Allah, jika rizqiku masih
diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah,
jika sukar, mudahkanlah, jika haram maka berikanlah yang halal,
jika
masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan,
kekuatan dan kekuasaan Mu,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah
Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.
AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH
Cinta
itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau
melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di
dekatmu. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah,
bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian.
Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali
merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau
LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau
tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama
dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika
HATImu membenarkan, kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau
justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah
cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau
mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga
MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh
pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau
benar-benar mengenalnya dengan sebenar-benarnya, yaitu baik dan
buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada
penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai
sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena
sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang
mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan
yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah
itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN
seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana
kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa,
harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis
kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya
dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena
Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu
kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata
lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka
bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu
pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal
itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat
kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan
berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah
yang lebih serius…!!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila
kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan.
Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna
di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.
Cinta karena Allah
terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi
biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya.
Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya.
Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana
kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa
kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan
perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta
karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun
bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah
yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi
perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk
berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling
mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya.
Cinta karena
Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian.
Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu
menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa
layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar